Sertifikasi ISO 55001 (Sistem Manajemen Aset) memberikan keunggulan utama berupa peningkatan efisiensi biaya operasional, optimalisasi siklus hidup aset, pengurangan risiko kerusakan atau kegagalan mesin, serta pengambilan keputusan investasi yang lebih akurat berbasis data.
Audit based on Improvement
Hanya di fgs certification yang menerapkan audit based on improvement (audit berdasarkan peningkatan) yaitu audit yang dilakukan yang ditujukan untuk memperoleh usaha-usaha peningkatan kinerja pada setiap perusahaan yang men-sertifikasi-kan sistem manajemen aset (ISO 55001) kepada fgs certification.
Keunggulan Utama ISO 55001 bila sertifikasi melalui Fici Global Sertifikasi (fgs certification) :
Efisiensi dan Keuangan
Menurunkan biaya perawatan dan total biaya kepemilikan aset (Total Cost of Ownership).
Menghindari pembelian aset baru yang tidak perlu melalui analisis kebutuhan yang tajam.
Meningkatkan tingkat pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI).
Operasional dan Risiko
Mengurangi waktu henti (downtime) operasional lewat pemeliharaan terencana.
Mengidentifikasi serta menekan risiko kegagalan aset dan kecelakaan kerja.
Memperpanjang usia pakai aset agar berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Reputasi dan Bisnis
Mendapatkan pengakuan internasional dalam tata kelola aset yang kredibel.
Meningkatkan kepercayaan investor, mitra bisnis, dan pelanggan.
Memastikan kepatuhan terhadap regulasi hukum, keselamatan, serta lingkungan.
ISO 55001 versi 2024
ISO 55001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Aset (AMS)
Apa yang Dimaksud dengan Aset?
Dalam konteks ISO 55001, "aset" adalah segala hal yang memiliki nilai nyata atau potensial bagi sebuah organisasi. Aset ini bisa berupa:
Fisik (peralatan, mesin, bangunan, kendaraan).
Non-fisik/Tidak berwujud (hak cipta, perangkat lunak, merek).
Keuangan atau non-keuangan.
Manfaat Utama ISO 55001
Dengan menerapkan standar ini, organisasi atau perusahaan dapat:
Mengoptimalkan Biaya: Mengurangi biaya perawatan dan pengoperasian secara keseluruhan.
Manajemen Risiko: Mengontrol potensi risiko terkait pengelolaan dan kerusakan aset secara proaktif.
Pengambilan Keputusan: Mendorong keputusan berbasis data dan strategi yang komprehensif.
Nilai Berkelanjutan: Memperpanjang masa pakai aset dan memastikan keselarasan pengelolaan aset dengan tujuan strategis perusahaan.